|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|





Jum'at, 12 Maret 2010 pukul 20:45 WIB
Penulis : Eka Naningsih
Ya Allah...
Bagaimana kabar bapakku?
Ya Allah...
Ini aku datang lagi
Buat berkata-kata dan mengadu kepadaMu
Hanya Engkau saja yang dapat memahami diri dan hati ini
Entah mengapa fikiran ini begitu jauh merenung
Entah mengapa hati ini menjadi begitu sayu dan terharu
Hati dan fikiran ini terkenangkan sesuatu
Ya Allah...
Aku terkenangkan arwah bapakku
Apa kabar dia di sana, ya Allah?
Adakah dia dalam keadaan damai dan tentram?
Ya Allah...
Adakah Engkau melindungi dia dengan baik?
Adakah dia berada di alam yang indah?
Ya Allah...
Aku teringatkan dia
Aku teringatkan kisah-kisah hidupnya ketika dia masih hidup
Ketika dia membesarkan aku
Ketika dia bersusah payah mencari sesuap rezeki buat membesarkan diriku dan keluarganya
Ketika dia menahan sabar dari api kemarahan karena melayani tingkah laku yang buruk dari diriku
Ya Allah...
Dada ini merasa sesak sekali
Air mata ini tidak dapat kutahan dari mengalir
Aku telah banyak melukakan hati dan perasaannya ketika dia masih hidup
Aku tidak melayani bapakku dengan baik sebagaimana sepatutnya sebagai seorang anak
Aku tidak pernah peduli dan menaruh hati pada hati dan perasaannya
Ya Allah...
Aku terkenang lagi
Walaupun hati dan perasaan bapakku remuk apabila melihat kelakuan dan tindak-tandukku
Namun dia tetap melayani aku dengan baik
Aku merasa rindu kepada bapakku
Ya Allah...
Kalaulah Engkau hidupkan dia kembali
Ingin aku mencium tangannya serta memohon ribuan ampun dan maaf
Ingin diri ini memikul dia di atas bahu
Sambil berjalan-jalan mengelilingi muka bumi ini
Seraya melaung-laungkan kata,
"Inilah satu-satunya bapakku
Inilah satu-satunya bapakku yang telah bersusah payah membesarkan aku
Inilah satu-satunya bapakku yang telah bersabar di atas kejahatan diriku kepadanya"
Biarlah semua manusia mendengar laungan dan jeritan kata-kata ini
Biarlah... Biarlah...
Ya Allah...
Aku pun sadar
Masa lalu tidak akan dapat kutebus kembali
Yang telah pergi tidak akan kembali lagi
Di malam yang sunyi ini
Aku seru Engkau
Ya Allah...
Ampunkanlah dia bapakku
Karena aku percaya bahwa Engkau, ya Allah
Adalah Allah yang Maha Pengampun
dan Engkau adalah satu-satunya Allah-ku!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eka Naningsih sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.


