HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://puji.kotasantri.com
Bergabung
11 Juni 2010 pukul 17:33 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
-
Tulisan Puji Lainnya
Tarawih dengan 11 Rakaat atau 23 Rakaat?
11 Agustus 2010 pukul 19:55 WIB
Menikah itu Separuh Agama
7 Juli 2010 pukul 17:40 WIB
Banyak Amal Tetapi Juga Banyak Dosa
16 Juni 2010 pukul 18:00 WIB
Dimanakah Kamu?
14 Juni 2010 pukul 20:35 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 28 Agustus 2010 pukul 20:50 WIB

Kesalahan-kesalahan di Seputar Lailatul Qadar

Penulis : Puji Hartono

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia pada lailatul qadar itu banyak sekali, jarang yang bisa selamat kecuali yang dipelihara Allah. Di antaranya kesalahan-kesalahan itu adalah :

1. Sibuk mencari dan menyelidiki keberadaannya. Sibuk mengamati tanda-tanda lailatur qadar, sehingga meninggalkan ibadah ataupun perbuatan taat pada malam itu. Betapa banyak orang-orang lupa membaca Al-Qur'an, dzikir, dan lupa mencari ilmu karena sibuk mengamati tanda-tanda lailatul qadar. Menjelang matahari terbit, terkadang kita dapati ada yang sibuk memperhatikan dan mengamati matahari untuk mencari tahu, apakah sinar matahari pagi ini terik ataukah tidak. Mestinya orang-orang ini memperhatikan pesan Rasulullah SAW dalam sabda beliau, "Semoga (dengan dirahasiakannya waktu lailatul qadar itu) menjadi lebih baik bagi kalian." (HR. Bukhari).

Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa malam itu tidak ditentukan waktu pastinya. Dari sabda Rasulullah SAW ini, para ulama menyimpulkan bahwa dirahasiakannya waktu lailatul qadar lebih baik. Mereka mengatakan, "Hikmahnya, agar manusia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amal pada seluruh malam dengan harapan ada yang bertepatan dengan lailatul qadar. Berbeda jika lailatul qadar itu telah dipastikan waktunya, maka tentu kesungguhan dalam beramal hanya akan ada dan akan dipompa pada satu malam itu saja. Akibatnya, kesempatan beribadah pada malam-malam lainnya akan berlalu begitu saja atau minimalnya amal ibadahnya menurun. Bahkan sebagian ulama mengambil satu faidah dari sabda Nabi SAW di atas, yaitu sebaiknya orang yang mengetahui lailatul qadar itu menyembunyikannya karena Allah SWT telah mentaqdirkan pada Nabi SAW untuk tidak memberitakannya. Dan semua kebaikan ada pada sesuatu yang telah ditaqdirkan bagi Nabi SAW. Sehingga kita disunnahkan untuk mengikutinya.

Dari uraian di atas, dapat diketahui kekeliruan sebagian orang yang giat beribadah, khususnya qiyamul lail, atau ibadah secara umum pada malam keduapuluh tujuh, dengan memastikan atau seakan memastikan, malam itu adalah lailatul qadar. Selanjutnya mereka meninggalkan qiyamul lail dan tidak lagi bersungguh-sungguh dalam melakukan ketaatan pada malam-malam lainnya, karena mengira dengan menghidupkan malam ini (malam 27), mereka telah mendapatkan pahala ibadah yang lebih baik dari ibadah seribu bulan. Persepsi yang keliru ini menggiring banyak orang untuk berlebih-lebihan dalam melakukan ketaatan pada malam ini. Di antara mereka ada yang tidak tidur, bahkan tidak henti-hentinya shalat di samping memaksakan diri tidak tidur. Ada juga yang shalat dan memperpanjang waktu berdirinya, padahal sedang berjuang keras melawan kantuk, sehingga ada di antara mereka yang tertidur dalam sujudnya. Dalam kasus ini, satu sisi merupakan pelanggaran terhadap petunjuk Rasulullah SAW yang melarang kita melakukan hal itu. Pada sisi lainnya, itu merupakan beban dan belenggu yang telah dihilangkan dari kita-berkat karunia dan nikmat-Nya.

2. Di antara kesalahan sebagian kaum muslimin pada malam ini, yaitu sibuk mengatur acara, menyampaikan ceramah. Sebagian lagi sibuk dengan nasyid-nasyid dan nyanyian puji-pujian, sehingga meninggalkan perbuatan taat. Anda bisa saksikan, ada orang yang begitu bersemangat, berkeliling ke masjid-masjid dengan menyampaikan berita terkini, serta bagaimana upaya pemecahannya. Itu dilakukan hingga menyebabkan pemanfaatan malam itu tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan syari'at.

3. Di antara kekeliruan sebagian kaum muslimin yaitu mengerjakan ibadah khusus pada malam itu seperti shalat khusus lailatul qadar. Sebagian lagi senantiasa mengerjakan shalat tasbih secara berjama'ah padahal tidak ada dalilnya. Sebagian lagi melaksanakan shalat hifdzul qur'an, padahal tidak ada dasarnya.

Pelanggaran-pelanggaran dan kekeliruan yang berkaitan dengan lailatul qadar -yang dilakukan oleh sebagian kaum muslmin- sangat banyak dan beragam. Kalau kita teliti dan bahas tuntas, tentu pembicaraan ini akan menjadi panjang. Apa yang kami sampaikan di sini baru sebagian kecil saja, semoga bermanfaat bagi penuntut ilmu, pendamba kebenaran, dan pencari al-haq.

Sumber : Majalah As-Sunnah

Suka
ramelan, eri puji istanti, dan NURIN menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Puji Hartono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Tulisan Favorit
Paku dan Amarah
Selasa, pukul 14:20 WIB
Jangan Lagi-Lagi!
Selasa, pukul 09:00 WIB
Seseorang yang Menyeduh Namamu
Jum'at, pukul 13:13 WIB
Agoes | TKI
Di sini tempat kumpul-kumpul, atau hanya sekedar ingin menambah ilmu tentang agama, atau hanya ingin baca-baca artikel-artikel bagus dari temen-temen di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3456 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels