|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|

Kamis, 4 Maret 2010 pukul 20:00 WIB
Penulis : Asmi Syahida
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga)." (QS. Ali Imran [3] : 14).
Nafsu dan syahwat merupakan anugerah Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Nikmat ini merupakan sarana dan fasilitas hidup yang patut kita syukuri dalam bentuk ibadah. Namun terkadang seseorang tidak mampu untuk memahami makna nikmat ini, sehingga dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang terjebak dengan nafsu dan syahwat.
Dalam surat Ali Imran ayat 14 di atas Allah, menyatakan bahwa "manusia" memiliki kecenderungan akan syahwat keduniawian, salah satunya adalah wanita. Seorang laki-laki bersemangat untuk mencari nafkah, melakukan amal-amal kebaikan bisa disebabkan karena perempuan. Bahkan tidak sedikit laki-laki yang melakukan pekerjaan tercela dan berperilaku seperti binatang juga disebabkan karena perempuan. Perempuan, adalah makhluk yang luar biasa, dari rahimnya lahir manusia semulia Rasulullah bahkan sehina Fir'aun.
Semua manusia memiliki syahwat kepada perempuan. Jika dikatakan "manusia", berarti mencakup laki-laki dan perempuan juga. Seorang laki-laki memiliki syahwat kepada perempuan itu merupakan hal yang wajar, tapi bagaimana dengan syahwat perempuan terhadap perempuan?
Berbicara masalah perempuan, kapan dan di mana pun selalu menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Dipandang dari segi mana pun, perempuan selalu memiliki daya tarik yang luar biasa. Karenanya seseorang dapat hidup mulia, bahkan karenanya pula seseorang dapat menjadi hina, na'udzubillah.
Pantas saja sebelum meninggal, Rasul berpesan agar benar-benar melindungi perempuan, tidak saja banyak fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan, tapi juga syahwat (keinginan) yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan.
Pesan Rasulullah kepada perempuan, hati-hatilah dalam kehidupan dunia, jangan jadi penggoda, sebagaimana perempuan juga suka digoda. Perempuan sangat mudah tergoda. Karena perempuan memiliki sifat yang halus dan perasa serta lebih menyukai hal-hal yang indah.
Contoh kecil saja, seorang perempuan bila melihat perempuan lain lebih cantik dari padanya, lebih baik dari dirinya, apakah itu pakaiannya, tas, sepatu, rumah, jilbab, perabotan, dan lain-lain, biasanya langsung timbul keinginan dalam hatinya untuk bisa juga seperti orang yang dilihatnya itu atau memiliki keinginan untuk memiliki apa saja yang ada pada perempuan yang dilihatnya. Tanpa disadari, perempuan tersebut sudah menjadi sumber syahwat bagi orang yang melihatnya.
Apabila hal tersebut sudah mulai timbul dalam diri, maka berhati-hatilah. Jangan sampai hal itu bisa menguasai syahwat keduniawian, yang menjadikan kita lebih mencintai apa-apa yang seharusnya tidak melebihi rasa cinta kita kepada yang Maha Mencintai. Dari sanalah permulaan hadirnya benih-benih penyakit hati yang dapat menjerumuskan kepada hal-hal yang bisa menurunkan derajat perempuan, terlebih di mata Allah SWT.
Lagi-lagi perempuan. Makhluk yang luar biasa ini bisa saja menjerumuskan sesamanya ke jurang kemaksiatan. Tanpa disadari, lambat laun hal ini akan mengikis rasa kesyukuran terhadap apa-apa yang telah Allah anugerahkan. Dengan kata lain, hal ini dapat menjadi indikator adanya penyakit hati berupa kufur nikmat. Bagaimana tidak, seseorang yang hatinya sudah terjangkit oleh penyakit ini tidak akan merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Ia senantiasa serba kekurangan jika melihat kelebihan yang dimiliki orang lain yang dianggapnya cantik, menarik, dan memiliki kelebihan lain dibandingkan dengan dirinya.
Itulah perempuan. Tidak hanya memiliki daya tarik di mata kaum laki-laki, akan tetapi bisa pula menimbulkan syahwat bagi sesamanya apabila ia tidak mampu menjaga apa yang menjadi fitrahnya dari hal-hal yang akan membawa kepada kemaksiatan. Jadilah perempuan tangguh. Sehingga ia mampu menjadi teladan bagi perempuan-perempuan lainnya, bukan sekedar penyebar syahwat.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Asmi Syahida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.


