Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Episode Hidup
22 Januari 2010 pukul 18:05 WIB
Wanita yang Menginspirasi
18 Januari 2010 pukul 18:30 WIB
Serasa Ada Jarum Menusuk Hatiku, Sakit!
10 Januari 2010 pukul 17:45 WIB
Melecut Pribadi
5 Januari 2010 pukul 18:50 WIB
Tahukah Kau Tentang Mawar?
31 Desember 2009 pukul 18:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 9 Februari 2010 pukul 18:50 WIB

Ketegasan Sketsa dari Siluet Rasa

Penulis : Rifatul Farida

Bila perasaan itu mewujud, mungkin setiap mata akan melihatnya menjadi lukisan siluet dengan ketegasan sketsa. Meski remang, namun jelas adanya. Dan akan tetap menjadi bayang yang tak mudah dideskripsikan, namun di saat yang lain dalam perubahan cepat begitu tegas padu padan garis-garisnya.

Kala keyakinan menjadi penopangnya, dan gundah memagarinya di kanan dan kiri, depan dan belakang, sementara asa mulai meletupkan obsesi. Maka sesungguhnya tolak ukur diri tak kan lagi mampu menjadi standarisasi jiwa. Karena keinginan adalah bagian dari visi yang pangkal mulanya adalah bentukan nilai-nilai yang diserap otak. Dan bila jatuh ke hati, maka akan sangat mungkin mempengaruhi suasana jiwa, mendominasi mentalitas, membentuk karakter, dan melahirkan sikap fisik, yang dikenal dengan nama perilaku.

Ya, perilaku. Sesungguhnya adalah cermin kebenaran siapa sejatinya dan bagaimana sebenarnya yang ada di jiwa, di pikiran, di hati, dan bergerak dalam kesimpulan tentang kefahaman dari kumparan-kumparan iman. Bahwa memang benar pada kenyataannya, akhlaq akan menjadi tolak ukur keshalehan seseorang. Itulah mengapa sebabnya Nabi SAW diutus untuk menyempurnakan akhlaq. Hal yang sepertinya sederhana, namun begitu kompleks dan menjadi titik penting.

Masih memandangi perasaan dalam bayangan mewujud, sesuatu yang untuk saat ini berubah-ubah hanya dalam hitungan detik, sebagai gerak suasana jiwa yang luar biasa percepatannya. Dan terjadi spontanitas tanpa kendali. Namun sungguh, ada ikhtiar luar biasa ketika telah menjalar kepada perilaku, untuk dikondisikan sedemikian rupa. Agar tak ada yang terugikan, terdzalimi, tersakiti, dan tetap merunut setiap lembar hidup dengan rentetan catatan kebaikan.

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dari segenggam tanah dan setiup ruh. Dari material dan non material, dua dimensi yang berbeda, namun harus dikenali secara sempurna dan diakomodir dalam ketepatan dan keseimbangan. Maka pantaslah demikian, korelasi antara seberapa mengenali diri, sebegitu seseorang mengenali Tuhannya.

Ada yang nyata dan abstrak pada setiap diri yang Allah ciptakan, dalam penciptaan sempurna. Dilengkapi dengan keterangan gamblang tentang tujuan penciptaanNya. Yang menjadi pertanyaan kemudian, kita, sebagai makhluk yang telah sempurna diciptaNya, sudah seberapa kenal padaNya? Untuk kemudian mengetahui secara pasti, setiap langkah hidup adalah keputusan benar menujuNya.

Pun, demikian dengan setiap perasaan hati yang abstrak namun ada. Dimensi lain dalam diri yang begitu lembut dan ada kalanya dibutuhkan kesadaran kepekaan untuk mendeteksinya. Memudarkan simpul-simpulnya, mengurai pada kondisi seperti apa jiwa kita berada. Hingga ketika wujudnya adalah hanya sebuah siluet dengan sketsa jelas namun sulit untuk dideskripsikan, sesungguhnya hanya padaNyalah akhirnya semua urusan dikembalikan, dalam ucapan permohonan agar selalu dalam bimbinganNya.

~~~
rf_yang masih terus belajar mengenali diri sendiri untuk keridhaanNya.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Tulisan Favorit
Surat untuk Kawan Kost
Senin, pukul 12:00 WIB
Karena Aku Sahabatmu
Senin, pukul 15:15 WIB
Sahabat
Kemarin pukul 13:13 WIB
Ridwan | Mahasiswa
Mari kita jalin silaturahmi dan ukhuwah di KSC ini. Mudah-mudahan kita semua dapat tambahan ilmu dan manfaat. Aamiin.
KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2572 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels