QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://ramadhan_adhi.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Programmer
Menjadi seseorang yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh orang lain adalah harapan saya. Untuk itu, mohon doanya sehingga bisa menggapainya harapan tersebut...
http://dik2.multiply.com
andhika.ramdhan
ramadhan_adhi
andhika.ramdhan@gmail.com
andhika.ramdhan@gmail.com
http://twitter.com/AndhikaRamdhan
Tulisan Dikdik Lainnya
Setengah Sajadah
3 Januari 2010 pukul 16:50 WIB
Untukmu, Bidadariku
27 Desember 2009 pukul 18:05 WIB
Berlomba Mendulang Pahala
18 Desember 2009 pukul 15:10 WIB
Mahakarya
7 Desember 2009 pukul 15:33 WIB
Janganlah Berhenti!
1 Desember 2009 pukul 17:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 14 Januari 2010 pukul 16:40 WIB

Do'a Sang Malaikat

Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan

Pelataran putih serta hamparan karpet beludru yang menutupi hampir seluruh bagian masjid masih terlihat agak lengang dari biasanya. Adzan dzuhur memang masih sekitar empat puluh lima menit lagi baru akan berkumandang. Ada beberapa orang yang sudah duduk bersila di beberapa bagian teras masjid. Aku mengelilingkan pandangku saat itu.

Sambil menuntun langkah keponakanku, aku melangkah memasuki ruangan utama masjid itu. Alhamdulillah, masih ada waktu untuk kami tunaikan tahiyatul masjid. Hembusan angin perlahan menelusup ke pundak mengiringi takbir. Sejuknya suasana memang selalu hadir dalam setiap keberadaan di bumi Allah ini. Kapan pun, di mana pun, ia selalu tampil dengan segala keteduhan serta kenyamanan bagi siapa pun para hambaNya yang mengharapkan ridha dariNya.

Seusai salam, aku tersenyum melihat tingkah keponakanku yang sepertinya memang masih sulit mengikuti gerakan shalat kami untuk lebih sempurna. Dia lalu segera mengubah cara duduknya dan kemudian bersila di sampingku.

Sekitar lima menit suasana masih hening. Matahari perlahan merangkak ke atas pusat dunia. Menyemburatkan sinarnya hingga seakan menusuk-nusuk di atas kepala. Beberapa orang masih berdatangan saat itu. Hingga tak lama kemudian, keponakanku berbisik minta uang. Jujur, saat itu aku agak heran.

"Buat apa?" tanyaku.

Ia hanya tersenyum, lalu kemudian menunjuk sebuah kotak yang ada di sudut masjid itu, yang biasanya pada saatnya nanti akan dipindah bergilir menyusuri barisan-barisan shaf para jama'ah.

"Oooo...," aku mengerti sambil kemudian tersenyum ke arahnya.

Rupanya hari ini dia lupa meminta uang ke ibunya untuk mengisi kotak amal masjid itu. Biasanya memang setiap dia pergi ke masjid, dia dibekali uang untuk dimasukkan ke kotak amal itu.

Aku tersenyum dalam hati, semestinya memang aku malu. Bukankah shadaqah itu akan menolong kita dari murka Allah dan menghindarkan diri dari kematian su'ul khatimah? Tapi, mengapa selalu lupa untuk membiasakan diri ini menjalankan satu tuntunan syari'at itu?

"Hhhhhhhhhh..."

Aku membuang nafas panjang. Ada rasa berat dan menyesal mengiringinya. Ada ketakutan yang hebat meliputi daripadanya.

Bayangku seketika menjelma, teringat akan risalah sang Rasul Allah, ketika menyampaikan bahwa setiap pagi akan datang dua malaikat yang menyeru kepada manusia dan berdo'a kepada Allah SWT. Mereka berseru untuk mengingatkan kita agar bersedekahlah setiap pagi dari harta kita meskipun sedikit.

Tiada matahari masih menyinari bumi melainkan ada dua malaikat. Masing-masing menyeru manusia dan berdo'a, "Wahai manusia, bergegaslah menuju Tuhanmu dengan sedikitnya harta, tapi mencukupi lebih baik daripada banyak tapi kau lupa." Kemudian yang lainnya berdo'a, "Wahai Allah, berikan ganti harta kepada mereka yang berderma dan bagi si kikir segera binasakan saja hartanya." (Dikutip dari HR. Abu Darda).

Ya Rabb... Aku menundukkan kepalaku. Andaikan tak ada Maharahman dan rahimMu, tentunya sudah Engkau perkenankan do'a dari para malaikatMu. Menggantikan harta pada mereka yang senantiasa berderma dan membinasakannya harta-harta yang telah sebelumnya Engkau titipkan pada kami yang senantiasa lupa berbagi kepada sesama. Namun apa yang terjadi, Allah ternyata lebih banyak menggantikan, bahkan hingga melipatgandakan harta kita ketika kita berbagi kepada sesama. Namun, Ia sebaliknya lebih sering menangguhkan untuk membinasakan seluruh harta kita ketika kita lupa, bahkan melupakan segalanya.

Naifnya, kita seakan tak pernah merasa dosa, kita seakan tak pernah merasa resah akan semuanya. Bahkan tak pernah ada rasa menyesal dalam hidup kita ketika melewati hari demi hari yang hampa tanpa berusaha untuk meluangkan waktu sejenak, merogoh kantong baju kita, dan meniatkannya untuk hanya mengharap ridhaNya.

Padahal, andaikan kita mencoba menelusuri kasih sayang Allah pada hamba-hambaNya. Ternyata banyak barokah yang Ia titipkan, yang Ia hadirkan dalam hidup hamba-hamba yang senantiasa berusaha untuk istiqamah menunaikan satu amalan ini. Bukan hanya sang Rasul Allah saja, bukan hanya mereka para sahabat saja, bukan hanya mereka para alim ulama saja, namun janji ini Allah pertunjukkan untuk kita semua, yang telah Ia berikan kepercayaan untuk mengarungi hamparan berjuta amalan di dunia ini.

http://dik2.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Tulisan Favorit
Paku dan Amarah
Selasa, pukul 14:20 WIB
Jangan Lagi-Lagi!
Selasa, pukul 09:00 WIB
Seseorang yang Menyeduh Namamu
Kemarin pukul 13:13 WIB
Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3402 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels