HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Let's Be Wise People
28 September 2009 pukul 15:30 WIB
Ritual Satu Syawal
20 September 2009 pukul 15:00 WIB
Keajaiban Cinta
14 September 2009 pukul 15:25 WIB
Berburu Malam Qadar
9 September 2009 pukul 18:00 WIB
Selamat Jalan, Sahabat
7 September 2009 pukul 15:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 30 September 2009 pukul 17:09 WIB

Six Days in Syawal

Penulis : Setta SS

Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah sebagian dari tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan seseorang. Karena jika Allah SWT menerima amalan hambaNya, maka Ia akan memberikan taufik pada amalan shalih selanjutnya.

“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan kemudian dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukannya,” begitu pendapat sebagian ulama salaf.

Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshori).

Bagaimana cara melakukan puasa sunnah ini? An-Nawawi mengatakan, “Para ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa paling utama melakukan puasa enam hari di bulan Syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal, maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” (Syarh Muslim).

Apabila seseorang menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal terlebih dahulu dan ia masih ada tanggungan puasa (memiliki qadha puasa Ramadhan), maka puasanya dianggap puasa sunnah mutlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal.

Allahu a'lam bish-shawaab.

***

8 Syawal 1430 H / 27 September 2oo9 o8:o9 p.m.

Allah, beri kami hidayah untuk menunaikannya dengan sebaik-baiknya.

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Tulisan Favorit
Surat untuk Kawan Kost
Senin, pukul 12:00 WIB
Karena Aku Sahabatmu
Senin, pukul 15:15 WIB
Sahabat
Kemarin pukul 13:13 WIB
Ita Yusvana | Karyawan
Teman di waktu istirahat yang paling sering dikunjungi.
KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2672 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels